K-Drama

Song Joong Ki minta maaf atas kontroversi produk China dalam Vincenzo

Song Joong Ki minta maaf atas kontroversi produk China dalam Vincenzo

Aktor drama ‘Vincenzo’, Song Joong Ki secara terbuka menanggapi kontroversi terkait Product Placement (PPL) dari sebuah produk asal China dalam drama Vincenzo. Adapun drama Vincenzo telah menyelesaikan penayangannya pada 2 Mei 2021 dengan 20 episode.

Baru-baru ini, Song Joong Ki juga kerap menghadiri berbagai wawancara dan mendiskusikan drama yang dibintanginya, Vincenzo. Di antara sekian wawancara tersebut, ada salah satu acara wawancara yang sempat membahas tentang kontroversi PPL Cina atau Tiongkok di drama tersebut.

Tanggapan Song Joong Ki

Dalam wawancara tersebut Song Joong Ki ditanya mengenai kontroversi tersebut yang terjadi pada saat awal penayangan drama Vincenzo. Mendengar pertanyaan tentang kontoversi tersebut, dia memberikan jawaban. Dia mengatakan bahwa akan sangat menyedihkan jika saja pertanyaan tersebut tidak diajukan.

“Bukan hanya pemeran utama yang menaruh perhatian tentang PPL … saya pikir akan jauh lebih baik jika semua pemeran hadir untuk membahasnya” kata Song Joong Ki, dikutip dari Koreaboo.

Vincenzo. Foto: Asianwiki
Vincenzo. Foto: Asianwiki

Lebih lanjut dia membenarkan tentang adanya kontoversi PPL di tengah-tengah proses produksi drama. Ia mengatakan bahwa kontroversi merupakan persoalan nyata bagi sebuah drama. Tetapi, dia bersama semua tim bekerja lebih keras untuk memastikan agar drama bisa berjalan dengan sempurna.

“Saya yakin kalau banyak orang yang kecewa karena kontroversi PPL. Maka dari itu, saya merasa merupakan sikap yang tepat, sebagai pemeran utama untuk menyampaikan permintaan maaf,” kata Song Joong Ki.

Kronologi kontroversi PPL Cina di drama Vincenzo

Sebenarnya kontroversi PPL di drama Vincenzo, bermula ketika dalam salah satu episode drama tersebut menampilkan PPl produk asal China atau Tiongkok.

PPL tersebut menampilkan makanan Bimbimbap. Seperti diketahui Bimbimbab merupakan masakan asal Korea. Masalah kemudian timbul ketika para netizen Korea menyadari kalau Bimbimbab tersebut dikemas dengan merk dan aksara Tiongkok.

Hal tersebutlah yang menyebabkan kemarahan di antara para warga Korea yang sensitif terhadap Tiongkok atau China dan pengaruh mereka terhadap media Korea Selatan.

PPL tersebut kemudian menjadi sebuah kontroversi, karena dipicu ketegangan hubungan yang sedang terjadi antara Korea Selatan dan China. Ketegangan hubungan dua negara tersebut terjadi karena Tiongkok sempat membuat pernyataan mengklaim kepemilikan berbagai budaya Korea mulai dari makanan seperti Kimchi hingga pakaian tradisional Hanbok.

Akibatnya, hal tersebut menyebabkan konflik antar kedua negara. Masyarakat Korea Selatan juga menjadi sangat sensitif terhadap PPL yang berasal dari China atau Tiongkok. (CTH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *