Gosip

Sejarah Muslim di Korea dan orang lokal yang menjadi mualaf

Sejarah Muslim di Korea dan orang lokal yang menjadi mualaf

Merabaknya Kpop maupun Kdrama, Korea Selatan manjadi salah satu destinasi wisata berbagai kalangan. Para turis muslim pun banyak yang datang, entah dari Korea, Malaysia maupun Indonesia. Organisasi Pariwisata Korea Selatan (KTO) mwmprediksi melonjaknya berbagai kalangan wisatawan ke negara tersebut. Dikutip dari Republika, KTO meluncurkan buku panduan agen perjalanan bagi muslim, hal tersebut mengarahkan bagaimana melayani muslim saat di restoran, hotel, dan rumah sakit. Apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim. Harapannya, menarik daya wisatawan muslim lebih banyak datang ke Ko Selatan. Namun, identitas muslim di Korea aslinya telah ada sejak Turki membantu Korea Selatan dalam peperangan. Beberapa warga lokal Korea pun ada pula yang menjadi mualaf atau masuk islam. Bagi yang penasaran simak terus dibawah ini Yuk tentang sejarah muslim di Korea.

Identitas Muslim dari sejarah Muslim di Korea

Dilansir dari Republika yang dikutip dari Aljazeera, dimulai dari dinasti Joseon, untuk upaya pembatasan kontak dengan negara-negara asing, kerajaan Korea saat itu membuat titah agar masyarakat tak mengenakan pakaian muslim dan juga melakukan ibadah layaknya orang muslim. Namun, hal tersebut sirna ketika tentara Turki datang ke Korea Selatan. Pada tahun 1950-1953, ketika perang Korea tentara Turki datang turut serta membantu Korea Selatan.

Saat proses membantu, tentara Turki mendirikan tenda dimaksudkan untuk ibadah Shalat, namun, seiring berjalannya waktu, fungsi tenda menjadi ganda, yakni sebagai tempat interaksi dua tentara dari dua negara. Nah, islam dikenal di Korea Selatan sekitar kurang lebih abad ke-20. Ketika peperangan Korea telah berakhir, beberapa tentara Turki hidup di Korea Selatan, mereka mengenakan islam disana.

Masjid Busan. Foto: Instagram

Beberapa menjadi mualaf

Beberapa warga lokal Korea menjadi mualaf. Salah satu warga Korea yang masuk islam adalah A Rahman Lee Juhwa. Lee Juhwa atau A Rahman masuk islam sejak tahun 1984. A Rahman berusaha menyeimbangkan dirinya dalam bergaul dengan teman-temannya yang kala itu banyak mengajak minum.. Lee berusaha menjelaskan kepada temannya yang banyak tak mengenal islam. Lebih jelasnya dilihat dari Republika.

Ada pula seorang warga keturunan Turki bekerja di Korea Selatan bernama Harin Kara. Kabarnya dikutip dari Republika sekitar 15 ribu tentara Turki, dulu berpijak di negeri gingseng tersebut untuk berperang membantu Korea Selatan. Ada pula Ahmad Cho, warga Korea Selatan yang memutuskan masuk islam sejak tahun 1990. Pada tahun 2000an beberapa warga lokal Korea sekitar 20 orang mendapat undangan haji, dan didalamnya termasuk Ahmad Cho.

Remaja berusia 28 tahun Emir Kim orang lokal Korea mengenai islam dari teman Turkinya. Kim tertarik dengan konsep persaudaraan dalam islam. Pada dasarnya islam tidak memandang seseorang dari warna kulit, kesetaraan sosial bahkan terdapat toleransi bagi agama lain asalkan tidak ada gangguan. Beberapa generasi asal Korea Selatan yang memeluk islam ada Mustafa Lee Dong Cho, Umar Daesik Choi, Ola Bora Song, Ayana Moon, dan lainnya. Semoga islam semakin berkembang di Korea Selatan. Aamiin. (TCT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *