Daebak

Korea Selatan menangani Corona dengan sigap di segala kondisi

Korea Selatan menangani Corona dengan sigap di segala kondisi

Pemerintah Korea Selatan dikenal sigap dalam menangani Corona. Bagian pemerintah juga dikabarkan sudah menandatangani reservasi vaksin yang berasal dari Astra Zeneca. Vaksin tersebut akan diberikan untuk penduduk berusia 70 sampai 74 tahun yang dinilai rentan terhadap virus. Penduduk yang punya penyakit kronis pernapasan juga akan mendapatkan vaksin Astra Zeneca tersebut.

person holding white and orange plastic bottle
Vaksin Covid-19. Foto: Unsplash

Sebelumnya masyarakat Korea Selatan khawatir atas efek samping vaksin

Mayoritas penduduk Korea Selatan sempat mengkhawatirkan tentang bahaya dari vaksin AstraZeneca. Mereka takut vaksin tersebut dapat memberikan efek samping buruk pada kesehatan yang sudah divaksin. Pemerintah sampai menjelaskan bahwa vaksin AstraZeneca dan Pfizer sudah dipakai oleh masyarakat internasional. Hampir seluruh dunia menggunakan vaksin tersebut dan tidak terdapat studi atau informasi yang mengabarkan bahwa vaksin memberikan masalah berarti pada kesehatan orang yang divaksin. Pemerintah kembali menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari penggunaan vaksin, terutama bagi lansia maupun penderita penyakit kronis pernapasan.

Jadi tidak ada hal yang perlu ditakuti dari vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca. Tidak ada alasan bahwa vaksin tersebut punya efek berbahaya bagi orang Korea Selatan, karena sudah banyak warga dunia membuktikannya. Justru dengan memberikan vaksin akan membuat daya tahan tubuh lansia maupun penderita penyakit kronis semakin kebal terhadap Covid-19 jenis tertentu. Apalagi dunia sekarang sedang digemparkan dengan adanya kasus mutasi baru dari India. Pemerintah Korea Selatan harus bertindak cepat, termasuk memperbolehkan vaksinasi buatan AstraZeneca.

Pemerintah Korea Selatan menangani Corona

Kini India tengah berjuang mengatasi tsunami Covid-19 yang mengerikan. Ada banyak penduduk Korea di sana yang memutuskan kembali ke negaranya demi alasan keselamatan. Pemerintah menjaga ketat penduduk yang baru saja tiba dari India. DIkabarkan juga ada penumpang pesaawat yang tidak diperbolehkan masuk penerbangan, karena terbukti positif Covid-19. Sesampainya di bandara Internasional Incheon, seluruh penumpang tadi juga langsung di isolasi. Penumpang tersebut berasal dari Bengalguru International Airport di India.

Proses karantina penumpang dilakukan selama 7 hari menggunakan fasilitas setempat. Di hari pertama karantina, seluruh penumpang akan kembali dites. Selanjutnya dilakukan tes lagi pada hari ke-6 dalam proses karantina. Apabila terbukti negative sampai hari ketujuh, maka penumpang tadi diperbolehkan melakukan isolasi mandiri. Ketika sudah akan selesai melakukan isolasi mandiri, mereka akan dites kembali. Penumpang yang terbukti tetap negative dapat segera terbebas dari masa isolasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *