Daebak

Korea dan Islam, Fakta masuknya dari abad ke-19 hingga saat ini

Korea dan Islam, Fakta masuknya dari abad ke-19 hingga saat ini

Masyarakat Korea Selatan terdiri dari beberapa macam latar belakang yang berbeda. Entah dari orang Korea asli ataupun turis. Di Korea Selatan juga sudah tersebar tentang agama Islam loh, meski di Korea masyarakat aslinya yang menganut agama Islam hanya beberapa persen. Dikutip dari republika, Song Bora salah satu muallaf asal Korea mengatakan bahwa penganut agama Islam hanya kisaran dibawah 200 orang. Tapi, tahu gak sih bahwa sejatinya Islam mengajarkan kedamaian dinatara sesama? Nah begitu juga indahnya Islam masuk di Korea. Untuk itu akan dilist beberapa fakta sejarah Islam di Korea. Penasaran gak tentang sejarah Korea dan Islam? Simak terus dibawah ini yuk.

Song Bora. Foto: Instagram

Dinasti Joseon

Pada abad ke 19 Korea terdiri dari kerjaaan yang disebut dengan dinasti Joseon. Sama seperti kerjaaan lainnya, pada mas dinasti Joseon kekuasaannya penuh dipegang oleh raja. Kebijakan raja lebih mengisolasi Korea dari beberapa pengaruh dari luar. Hal itu pun untuk melindungi kerajaan dan kekuasaan. Akibatnya pada mas itu Islam pun belum bisa masuk ke Korea secara terang-terangan. Kemudian dinasti Joseon tumbang karena adanya invansi dari Jepang.

Tentara Turki

Akibat perebutan wilayah dan berbeda kekuasaan Korea terbagi menjadi dua yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Tahun 50-an kedua negara tersebut mengalami pergulatan. Tentara Turki datang untuk membantu Korea Selatan. Dari situlah awal mula Islam masuk di Korea. Tentara Turki mengajarkan kedamaian dan cinta kasih. Mereka menampakkan saling mengasihi dengan berbagi antar sesama. Mereka juga mengajarkan bahwa jika tetangga sekitar membutuhkan haruslah sigap. Tentara Turki turut menyumbang beberapa lahan untuk membangun sekolah di Korea.

Dukungan Pemerintah Korea dan masuknya Islam

Masuknya Islam pada tahun tersebut sangat didukung oleh pemerintah Korea. Bahkan pada tahun 70-an pemerintah mengizinkan berdirinya masjid Sentral Seoul yang saat ini menjadi masjid utama di Korea. Masjid tersebut telah berdiri tahun 1976 yang dibangun atas kerja sama Korea dan Turki. Masjid Sentral Seoul menjadi tonggak untuk musim Korea maupun turis asing yang berkunjung. Pimpinan imam di Korea Selatan juga ada, beliau bernama A Rahman atau Na Korea Lee Ju-Hwa. Pesan untuk semua tetap bersyukur, menunaikan kewajiban sebagai makhluk ciptaan dan makhluk sosial karena kelak kita akan meninggalkan dunia dan dimintai pertanggung jawaban. (Novi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *