K-Drama

Joseon Exorcist dan Snowdrop mendapatkan respon dari Blue House

Joseon Exorcist dan Snowdrop mendapatkan respon dari Blue House

Warga Korea banyak yang memberikan kecaman dan tidak ingin sampai film Josen Exorcist maupun Snowdrop tayang. Film Joseon Exorcist dikabarkan sejak lama sudah dihentikan tayang, karena dianggap bisa membuat sejarah menjadi terdistorsi. Penghentian terhadap film sudah dinyatakan melalui SBS. SBS memberikan penegasan bahwa kontrak terhadap film tersebut sudah dibatalkan. Pembatalan terjadi terhadap seluruh siaran.

SBS berikan pernyataan dan Blue House menjawab petisi

Pihak SBS juga mengatakan telah membayar mayoritas biaya terhadap hak penyiaran drama. Proses pembuatan film sendiri sudah mencapai 80% pada waktu diberhentikan. SBS menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab terhadap konsekuensi dan pencegahan terjadinya penyimpangan sejarah. Pihaknya menilai bila Joseon Exorcist tayang maka akan bisa membuat generasi muda mendapatkan pandangan yang salah tentang sejarah yang sebenarnya terjadi. Walaupun sebenarnya terjadi kerugian finansial yang banyak akibat pembatalan tayang.

Sedangkan drama Snowdrop juga dianggap dapat mendistorsi sejarah yang terjadi di Korea. Banyak masyarakat yang menganggap film tersebut sangat berbahaya ditayangkan. Banyak warga Korea yang sensitif terhadap sejarah yang diangkat dalam film Snowdrop. Jalan ceritanya mengkisahkan tentang gerakan demokratik dan perjuangan yang terjadi di masa lampu Korea. Kedua film inilah yang akhirnya dibuatkan petisi melalui tanda tangan banyak masyarakat Korea. Kemudian petisi sampai diajukan ke Blue House. Petisi yang sampai ditandatangani 240.000 warga membuat Blue House wajib memberikan tanggapan.

Blue House berikan tanggapan tentang Joseon Exorcist dan Snowdrop

Blue House akhirnya memberikan tanggap seputar kedua film kontroversial tersebut. Dalam petisi juga disampaikan bahwa Joseon Exorcist memberikan distorsi terhadap sejarah dan seolah menyetujui Proyek China. Korea yang punya sejarah dijajah oleh China membuat banyak dari warganya yang tidak suka terhadap negara itu. Demi mencegah terjadinya distorsi sejarah terhadap generasi yang tidak tahu faktanya, maka banyak masyarakat yang memutuskan untuk tanda tangan.

Tanggapan Blue House. Foto: Instagram

Sedangkan untuk petisi pembatalan tayang Snowdrop, maka masyarakat melakukan tanda tangan sampai terkumpul 220.000 tanda tangan. Akhirnya diputuskan bahwa di masa depan pemerintah akan sedikit terjun ke dunia broadcasting untuk mencegah kasus seperti ini terulang. Semua proses campur tangan akan dilakukan secara hati-hati, sehingga artis dan produser film bisa tetap berkarya dengan bebas tapi tidak menyentuh isu yang berhubungan dengan sejarah. Dengan kata lain, mereka mengharapkan agar pihak produksi film tidak menyentuh isu sensitif seperti Joseon Exorcist dan Snowdrop. (TCT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *