Gosip

Ji Soo dan KeyEast dituntut Rp38 M gegara River Where the Moon Rises

Ji Soo dan KeyEast dituntut Rp38 M gegara River Where the Moon Rises

Perusahaan yang memproduksi drakor “River Where The Moon Rises” yakni Victory Contents telah mengajukan gugatan ganti rugi kepada pihak Ji Soo dan KeyEast sebesar 3 miliar Won atau sekitar Rp38 miliar. Hal itu dilatarbelakangi atas kerugian yang ditimbulkan akibat mencuatnya skandal kasus perundungan di masa lalu yang dilakukan Ji Soo.

Aktor Kim Jisoo. Foto: Pinterest
Aktor Kim Jisoo. Foto: Pinterest

Victory Contents ajukan gugatan

Berdasarkan pada siaran pers dari pihak Victory Contents, mereka mengatakan bahwa mereka mengajukan gugatan kompensasi ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Korea Selatan yang ditujukan kepada KeyEast untuk hak klaim atas ganti rugi setelah skandal perundungan aktor Ji Soo.

Skandal mencuat saat proses produksi hampir 90%

Dalam drama “River Where The Moon Rises” Ji Soo merupakan tokoh utama pria, sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani. Sejak tayang mulai 15 Februari 2021, drama langsung mendapat cinta dan perhatian dari para penggemar drakor.

Ketika skandal perundungannya mencuat dan menjadi sebuah kontroversi, sekitar asal bulan Maret lalu, proses produksi dari drama tersebut telah mencapai 90%. Tetapi, pada akhirnya dia harus keluar dari drama tersebut sebagai dampak dari pemberitaan dirinya terkait perundungan yang dia lakukan di masa lalu.

Na In Woo. Foto: Instagram

Setelah keluarnya Ji Soo, pihak produksi drama memutuskan untuk tetap melanjutkan penayangan dengan jalan mengganti tokoh utama pria yang tadinya diperankan Ji Soo yang kemudian diperankan aktor lain yakni Na In Woo. Dengan keadaan demikian, artinya pihak produksi harus merekam ulang setiap adegan yang sebelumnya diisi oleh Ji Soo dari awal lagi.

Kerugian yang ditanggung pihak Victory Contents

Musti digantinya Ji Soo akibat kasus perundungannya tersebut, dan keputusan untuk memproduksi ulang drama dengan pemeran utama pria pengganti tentu menimbulkan berbagai biaya tambahan yang mau tak mau harus dikeluarkan oleh pihak tim produksi. Selain biaya utama pembuatan drama yang memang sudah sangat besar, tetapi demi menepati janji dan memberikan tayangan yang berkualitas kepada para penggemar setia drama. Sejak awal penayangan, drama tersebut telah sangat mendapat respons yang positif. Maka keputusan untuk dilakukannya produksi ulang drama mulai dari episode 1 sampai dengan episode 6 akhirnya diambil oleh pihak tim produksi.

Ji Soo. Foto: Instagram

Tanggung jawab pada penggemar dalam dan luar negeri

Pembuatan atau dilakukannya produksi ulang drama sebenarnya tidak hanya untuk memenuhi tangung jawab mereka kepada penggemar drama di dalam negeri tetapi juga seluruh penggemar drakor internasional. Karena menurut mereka Halyu Wave yang sudah mendunia tidak semestinya dirusak oleh kasus semacam itu.

Detail kerugian yang ditanggung oleh Victory Content

Atas kontroversi dugaan perundungan yang dilakukan Ji Soo di masa lalu tersebut, pihak Victory Content juga mengungkapkan bahwa  mereka mengalami kerugian yang secara langsung mereka tanggung. Mulai dari biaya staf, biaya lokasi dan peralatan, biaya untuk penataan set, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu mereka juga mengungkapkan bahwa mereka turut menanggung kerugian yang lebih serius lainnya yang mana bisa saja memengaruhi mereka dalam waktu yang lama, misalnya saja penurunan rating, keluhan dari sponsor luar negeri, sampai rusaknya image atau citra dari perusahaan.

Berharap proses tuntutan berjalan cepat

Guna memperoleh ganti rugi akibat kasus tersebut secepat mungkin dan juga agar dapat berkonsentrasi untuk memproduksi drama yang baik dan sehat, Pihak dari Victory Content telah mencoba bernegosiasi terkait kompensasi dengan pihak KeyEast. Tetapi  ternyata tidak menuai hasil yang diinginkan, atau gagal mencapai kesepakatan antar keduabelah pihak. Pihak Victory Content menganggap bahawa pihak KeyEast tidak kooperatif. Akhirnya pihak Victory Content memutuskan untuk melakukan pengajuan tuntutan kompensasi ganti rugi melalui jalur pengadilan sekaligus berharap proses tersebut segera selesai secepat mungkin. (CTH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *