Tiga presiden Korea Selatan berupaya untuk memperkuat sumber daya

- Rabu, 8 September 2021 | 11:00 WIB
photo-1619179834700-7a886aac80cc
photo-1619179834700-7a886aac80cc


Korea Selatan adalah negara maju. Sebelumnya, Korea jarang sekali dikenal oleh negara lain. Wilayah di Korea Selatan sebagian besar adalah pegunungan. Kemajuan Korea Selatan dibentuk dengan mengandalkan sumber daya manusia. Dari sisi mereka  mengembangkan  teknologi, membuat kebijakan tentang  iklim dan lain sebagainya.  Perkembangan teknologi dapat dilihat perusahaan  Samsung  yang dibuat asli Korea,  selain itu beberapa aplikasi yang digunakan kebanyakan buatan warga lokal. Penguatan sumber daya manusia di Korea Selatan sangatlah ditekankan menurut kebanyakan orang untuk saat ini didunia. Terdapat tiga presiden Korea Selatan yang dianggap paling berpengaruh terhadap negara. Kamu bisa mengetahui upaya ketiganya berikut.





Upaya Tiga Presiden Korea Selatan





 Dikutip dari tempo.co bahwa Korea Selatan merupakan salah satu negara yang dianggap unggul dalam pengembangan green ekonomi. Hal itu karena diduga berasal dari kerja keras tiga presiden Korea Selatan untuk penanggulangan perubahan iklim. Pada tahun 2008-2013 mantan presiden Lee Myung-bak menerapkan kebijakan Low Carbon Green Growth. Hal itu dikatakan oleh direktur Center for Climate and Sustainable Development Law and Policy (CSDLAP) Korea Selatan yang bernama direktur Suh-Yong Chul.





-
Lee Myung-bak. Foto: Wikipedia




Pada tahun 2013-2017 presiden selanjutnya Park Geun Hye mengembangkan sebuah ekonomi kreatif. Dia membukukan kinerja untuk meningkatkan kapasitas ekonomi serta  pemenuhan di ranah global di bidang perubahan iklim. Untuk pemerintah presiden saat ini Moon Jae In membuat tiga kebijakan, yaitu transisi energi, green new deal dan carbon new deal. Kebijakan yang dibuat Moon Jae-in untuk memulihkan Korea Selatan dari pandemi Covid-19.





-
Park Geun-hye. Foto: Wikipedia




Pengalaman Investasi





Kebijakan yang dibuat oleh Presiden Moon Jae-in dalam bidang Green New Deal membutuhkan investasi dalam penanganan. Investasi yang diberlakukan untuk green new deal sebesar €54,3 milliar atau Rp. 918 triliun yang dilakukan oleh Seoul untuk memperlancar kebijakan yang dibuat. Kebijakan itu untuk merubah infrastruktur yang ada menjadi green infrastruktur. Tujuannya untuk membangun motivasi industri Korea supaya berubah menjadi industri hijau. Hal tersebut juga bertujuan menciptakan 659 ribu lapangan kerja.





Diakhir tahun 2020, mengadopsi dan mencanangkan carbon-neutral yang bertujuan menciptakan sebuah masyarakat hijau dan selaras. Hal tersebut untuk tujuan panjang di tahun 2050, yakni mencapai netralisasi carbon yang dilakukan dalam kebijakan carbon neutral. Nah itulah upaya tiga presiden Korea Selatan dalam penguatan sumber daya,  untuk semua nih tetap bersyukur, berbuat baik dan menunaikan kewajiban ya. (TCT)

Halaman:

Editor: Sukhum Ela Wahyuningrum - KoreaBanget.com

Tags

Terkini

Terpopuler

X