Gosip

Di balik gemerlap K-Pop, penulis lagu curhat pedih soal ketidakadilan

Di balik gemerlap K-Pop, penulis lagu curhat pedih soal ketidakadilan

Serangkaian cuitan di twiter, menarik perhatian netizen karena berisi ungkapna-ungkapan atas kenyataan pahit di balik layar para penulis lirik lagu K-Pop.

Salah satu akun Twitter anonim memulai pernyataan mereka dengan menyebutkan bahwa mereka merupakan perwakilan dari banyak penulis lirik lagu K-Pop. Mereka juga menjelaskan kenapa mereka menganonimkan akun dan meminta orang-orang untuk memahami karena dimungkinkan adanya risiko tuduhan pencemaran nama baik jika mereka memilih untuk mengungkapkan jati diri mereka. Setelah penjelasan mengenai alasan mengenai hal tersebut lalu dia mulai menyampaikan ceritanya.

Penulis lirik lagu bukan pekerjaan utama

Kamu tahu tidak? bahwa penulis lirik lagu K-Pop untuk para penyanyi terkenal biasanya memiliki pekerjaan utama lainnya? Karena tidaklah cukup mencari nafkah hanya dengan berprofesi sebagai seorang penulis lirik lagu. Selain itu, karena pihak yang senyatanya tidak pernah ikut menulis lirik lagu seringkali tercatat atau numpang nama sebagai bagian dari pihak yang melakukan penulisan lirik lagu.

Terjadi kejenuhan indistri K-pop

Proses merekam lagu. Foto: Pexels
Proses merekam lagu. Foto: Pexels

Menurut mereka karena terjadinya kejenuhan dalam industri musik, mereka menganggap bahwa kualitas K-Pop telah hancur. Lebih lanjut mereka juga berbagi bahwa cara terbaik untuk terjun ke bidang tersebut yakni sebagai penulis lagu adalah dengan mengikuti akademi. Tetapi hal tersebut juga tidak serta mudah dilakukan walau mudah untuk diucapkan.

Ikut serta dalam sebuah akademi

Durasi keikutserataan dalam akademi tersebut kurang lebih sekitar 10 bulan dan dalam jangka waktu tersebut, mereka yang ada di dalamnya mempunyai kesempatan untuk menerima trek demo. Jika saja tidak dapat memperoleh kesempatan demo dalam  kurun waktu tersebut, kemungkinan untuk tidak dapat menulis lagu akan sangat besar.

Kenyataan di balik layar penulis lagu K-pop

Akun Twitter tersebut kemudian mulai menguraikan kenyataan pahit para penulis lirik lagu di balik pintu yang tertutup rapat. Mereka berbagi tentang hal yang cukup mengejutkan, di mana pihak akademi mempunyai semua kekuatan dan menggunakan hal tersebut untuk keuntungan mereka sendiri.

Yakni dengan menerima lirik dari setiap siswa akademi lalu mereka akan memilih bagian mana yang paling mereka sukai, kemudian pihak akademi akan mengeditnya di antara banyak karya tersebut menjadi karya lain yang berbeda. Sehingga karena hal itu pada akhirnya, para penulis lirik lagu tidak tahu di bagian mana dalam karya yang telah melalui proses pengeditan tersebut yang merupakan milik mereka atau seberapa banyak bagian karya tulisan mereka yang digunakan.

Pembagian hasil untuk penulis lagu

Kemudian mulai juga ada pembahasan tentang adanya ketidakadilan dalam pemberian gaji atau pembayaran dari pihak akademi kepada penulis lagu mereka. Menurut cuitan dari akun twitter yang ada, mereka menungkapkan bahawa akademi penulis lirik lagu tersebut merupakan pihak yang menjadi perantara antara penulis lagu dengan pihak agensi hiburan. oleh Karena itu, phak akademi dilaporkan mendapatkan bagian sebesar 60-80% dari biaya hak cipta, sedangkan bagai para penulis lagu hanya akan mendapatkan 20-40%.

Salah menempatkan pujian

Tidak hanya itu tentang pembagian yang terlihat sangat tidak adil, tetapi hal lain yang menarik perhatian publik terkait serangkaian cuitan di twitter tersebut juga menyebutkan bahwa terkadang para penulis lirik lagu mendapatkan pemposisian yang salah. Para Penulis lirik lagu yang telah berusaha keras menulis sebuah lagu seringkali tidak diberi penghargaan atas karya yang dihasilkannya. Malah songwriter lain yang senyatanya tidak mempunyai andil dalam pemembuatan lirik lagu, justru yang mendapatkan pujian atau penghargaan atas kerja keras yang sebenarnya tidak dia lakukan.

Hal tersebut nyatanya dianggap sebagai sesuatu sangat umum dalam industri hiburan yang ada, sehingga beberapa penulis lirik lagu yang ada, terbilang sering kali tidak lagi peduli soal gaji atau gaji yang akan mereka terima. Mereka hanya ingin mendapatkan pujian serta pengakuan atas karya yang mereka hasilkan dengan sangat bekerja keras yakni atas lirik lagu yang mereka tulis.

Obrolan di clubhouse

Cuitan yang mengejutkan tersebut turut menciptakan reaksi berantai di antara para penulis lirik lagu K-Pop yang lain. Banyak dari mereka yang ikut serta membagikan pengalaman. Berdasarkan laporan berita yang ada, baru-baru ini banyak penulis lagu berpartisipasi dalam obrolan salah satu app yakni Clubhouse. Di sana mereka seakan menumpahkan rasa kekecewaaan mereka mengenai industri musik Korea Selatan saat ini.

Salah seorang dari mereka berbagi bahwa perlakuan tidak adil yang mereka terima kemudian telah membuat mereka menjadi berharap permintaan atas pembuatan lagu berhenti diberikan kepada perusahaan tempat mereka bekerja. Sementara yang Lainnya bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka menunggu hari di mana kontrak mereka berakhir segera tiba.

Tanggapan atas pembahasan

Terkait dengan situasi tersebut, seorang penulis lirik lagu yang juga CEO perusahaan penerbitan terkenal dengan inisial ‘A’ telah dipanggil untuk sebuah kasus tuduhan penganiayaan yang diduga mereka lakukan kepada salah seorang siswa penulis lirik lagu yang ada di perusahaan mereka.

‘A’ yang telah melakukan kerjasama dengan SM Entertainment, mendapatkan tuduhan tidak hanya pencurian kredit atas lagu-lagu yang senyatanya ditulis oleh siswa akademi, tetapi juga karena mengambil keuntungan secara tidak adil. Namun, ‘A’ berusaha meredam hal tersebut dengan menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengambil pujian atas lagu-lagu yang bukanlah hasil karya atau hak milik mereka, dilansir dari Koreaboo.

Mereka lalu juga mengatakan bahwa setelah tuduhan yang ditujukan kepada mereka tersebut, mereka telah menghubungi setiap siswa yang telah ikut berpartisipasi dalam penulisan lirik lagu bagi perusahaan mereka guna membicarakan lebih lanjut mengenai gaji atau gaji yang mereka terima secara lebih mendalam. (CTH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *