K-Pop

Buntut penipuan, staf produksi Idol School Mnet terancam penjara

Buntut penipuan, staf produksi Idol School Mnet terancam penjara

Idol School merupakan program survival yang tayang pada bulan Juli hingga September 2017. Dari program survival ini diketahui telah melakukan manipulasi suara para kontestan. Sejak berita tersebut terungkap, publik merasa geram dengan tindakan Mnet, produsen Idol School karena telah merugikan banyak pihak. Kasus yang mencuat sejak tahun 2019 lalu ternyata belum kunjung terselesaikan. Beberapa hari yang lalu, dilayangkan tuntutan untuk kepala produser dari Idol School.

Idol School. Foto: Instagram

Tuntutan terhadap terdakwa

Pada tanggal 26 April, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjalankan sidang untuk kepala produser dari Idol School Kim Tae Eun dan Kim dari Mnet. Kim menjadi pemimpin tim perencanaan dan produksi serta pemimpin departemen akting di Mnet. Jaksa penuntut telah menetapkan Kim tae Eun dan Kim sbeagai pelaku kejahatan karena telah memanipulasi program Idol School. Jaksa penuntut meminta agar Kim Tae Eun dihukum penjara selama setahun enam bulan, sedangkan Kim satu tahun hukuman penjara.

Mnet menayangkan Idol School sejak Juli 2017. Program ini dirancang untuk mendebutkan girl group dengan konsep memperoleh pendidikan dari para ahli. Sebanyak 41 peserta memasuki sekolah tersebut dan menerima petunjuk dari berbagai bidang selama 11 minggu pendidikan.

Kasus ini berawal dari serial Produce 101 yang tayang pada September 2019 lalu dicurigai telah melakukan manipulasi terhadap hasil voting penonton. Sehingga polisi melakukan perluasan penyelidikan sampai pada serial Idol School. Pada bulan Juli tahun lalu, Kim Tae Eun dan Kim didakwa telah melakukan gangguan bisnis dan penipuan.

Hasil sidang pada November 2019

Dalam persidangan yang telah dilakukan pada November 2019, Kim Tae Eun dan Kim telah mengaku melakukan manipulasi voting penonton. Tetapi mereka membela tidak bersalah karena tindakan yang dilakukan bukan merupakan tindakan pidana.

Pengacara dari pihak Kim Tae Eun menngatakan bahwa produser melakukan penyesuaian suara karena peringkat penonton yang rendah. Jumlah partisipasi pemirsa yang rendah sehingga suara dari keluarga dan kenalan memengaruhi persaingan. Di sisi lain, jaksa penuntuk berpendapat bahwa mereka telah menyebabkan rasa kehilangan dan kerugian. Kerugian tersebut tidak hanya berdampak pada peserta saja, melainkan juga penonton. Sehingga jaksa penuntut menegaskan bahwa kejahatan yang mereka perbuat tidak boleh dianggap ringan.

Pada sidang yang telah berlangsung pada November 2019, tersebar kabar bahwa terdapat 3 anggota fromis_9 yaang merupakan hasil dari manipulasi voting. Itulah tuntutan yang diajukan oleh terdakwa manipulasi suara program Idol School. (CTH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *