Gosip

Ayana Moon ceritakan pengalaman ketika menjadi muslim di Korea

Ayana Moon ceritakan pengalaman ketika menjadi muslim di Korea

Islam semakin dikenal di Korea Selatan, hal itu dimulai dari masuknya Turki ke Korea Selatan, pada zaman dahulu saat adanya suatu peperangan. Beberapa orang asli Korea yang menjadi muallaf dikenal pula oleh beberapa negara muslim, seperti halnya negara Indonesia, Turki, Malaysia dan negara yang lain. Salah satu orang Korea yang muallaf adalah Ayana Moon. Dari kisah perjalanan menjadi muallaf, karirnya pun melonjak dibeberapa negara muslim termasuk Indonesia. Ia pun menceritakan tantangan dirinya, ketika menjadi seorang muslim. Berikut pernyataan Ayana.

Ayana Moon pertama Kali Belajar Tentang Islam

Sejak belia ketika dirinya masih muda, berumur 7 tahun Ayana Moon telah belajar islam dari sang Kakek yang masih ada darah Iraq. Ayana menyatakan hal tersebut di event Kapanlagi Korean Festival. Ayana juga bilang bahwa dirinya juga belajar islam dari internet. Ayana juga mengatakan tentang dirinya, ketika sebelum dan sesudah belajar islam.

Ayana Jihye Moon. Foto: Instagram
Ayana Jihye Moon. Foto: Instagram

Ia berkata bahwa, “Sebelum Ayana masuk islam, sebenarnya dirinya (Ayana) berasal dari keluarga yang bagus atau keluarga berada. Ayana juga berasal dari keluarga yang berpendidikan. Namun, meskipun keluarganya bagus, Ayana mengaku bahwa dirinya tak pernah mengapresiasi hal tersebut. Justru, Ayana merasa arogan lantaran status keluarganya yang berada. Namun, ketika Ayana telah muallaf, masuk islam, dirinya mempelajari banyak hal.

Ayana Moon Mendapatkan Banyak Judge

Ayana Moon menyatakan bahwa dirinya sempat mendapat banyak penghakiman setelah dirinya masuk islam. Namun, Ayana berhasil melalui dengan baik dan saat ini sudah lebih bahagia. “Aku di Korea Selatan ketika memutuskan mualle, pertama Kali mendapat banyak Judge, Namun, setelah hal tersebut diriku telah banyak belajar. Alhamdulillah lagi, saat saya di Indonesia, diriku memiliki banyak teman. Hal itu membuat bahagia berada disini,” begitulah tukas Ayana Moon, perempuan berusia 24 tahun.

Makanan Halal

Makanan yang baik dan halal diwajibkan, hal tersebut pun memberi manfaat kebaikan bagi tubuh manusia. Begitupun Ayana, setelah dirinya masuk islam, Ayana kesulitan memilih makanan halal di Korea Selatan. Dirinya mengatakan, dalam sesi-sesi atau bulan terpanas, Ayana mencari makanan yang sehat dan halal. Ia datang ke Itaewon yang berdekatan dengan masjig untuk makan. Ayana juga mengatakan, bahwa di Korea jarang sekali menyajikan makanan halal. Namun, untuk daerah Itaewon sangat banyak makanan halal, banyak pula turis muslim yang berkunjung, contohnya dari negara Indonesia ataupun Malaysia.

Wallahua’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *