Daebak

4 Perbedaan suasana puasa Ramadan bagi umat muslim di Korea Selatan

4 Perbedaan suasana puasa Ramadan bagi umat muslim di Korea Selatan

Di Korea Selatan sudah cukup banyak orang yang beragama Islam. Sehingga tidak sulit bagi umat muslim di Korea untuk menjalankan puasa Ramadan. Meski begitu, suasana puasa di Korea Selatan sangat berbeda dengan suasana puasa di Indonesia.

Berikut ini adalah 4 perbedaan suasana menjalankan puasa bagi umat muslim di Korea Selatan:

Perbedaan waktu

Perbedaan suasana puasa bagi umat muslim di Korea Selatan yang pertama adalah mengenai perbedaan waktu. Jika di Indonesia umat muslim berpuasa selama 12 jam, maka di Korea, umat muslim berpuasa hampir 14 jam. Hal tersebut terjadi karena waktu siang hari di Korea Selatan lebih lama dari waktu siang hari di Indonesia. Inilah yang menyebabkan umat muslim di Korea Selatan mengalami cobaan yang lebih berat saat berpuasa, namun hal tersebut nyatanya tidak mengurangi semangat berpuasa.

Sungai Han di Korea Selatan. Foto: Pixabay
Sungai Han di Korea Selatan. Foto: Pixabay

Informasi yang masih minim

Karena Islam adalah agama minoritas di Negeri Ginseng, maka informasi seputar itu masih minim. Sehingga di Korea Selatan jika ada orang yang tidak makan dan minum selama beberapa waktu masih dipertanyakan alasannya. Selain itu informasi seputar puasa hanya ada di papan masjid saja dan di beberapa tempat tertentu.

Masjid yang ramai hanya di pusat Seoul

Perbedaan suasana menjalankan puasa bagi umat muslim di Korea Selatan berikutnya adalah masjid yang ramai hanya di pusat kota Seoul. Hal tersebut terjadi karena banyak orang datang ke masjid pusat Seoul baik itu dari kalangan muslim maupun non muslim. Masjid pusat Seoul memang merupakan tempat ibadah sekaligus lokasi wisata religi yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Tidak ada penutup restoran atau kedai

Karena Islam bukan agama mayoritas, enggak ada regulasi khusus dari pemerintah selama bulan Ramadan. Salah satunya tidak ada penutup restoran selama waktu berpuasa. Selain itu kebudayaan seperti itu sudah menjadi hal yang wajar di Korea Selatan. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah toleransi. Karena itu umat muslim di Korea Selatan harus maklum dan itulah cobaan puasa yang akan memberikan banyak pahala. Semakin banyak cobaan yang dihadapi saat menjalankan ibadah puasa dan berhasil melewatinya, maka akan semakin besar juga pahala yang diperoleh. (CTH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *