Gosip

3 Kontroversi Woojin eks Stray Kids, diutuding lakukan pelecehan seksual

3 Kontroversi Woojin eks Stray Kids, diutuding lakukan pelecehan seksual

Kim Woojin debut bersama dengan grup Stray Kids pada 2018 lalu. Namun, JYP Entertainment mengumumkan hengkangnya Woojin dari grup pada 2019 karena alasan personal. Meski mengundang berbagai desas-desus, namun JYP dan Woojin tidak pernah mengklarifikasi apa alasan di balik hengkangnya pria kelahiran 1997 tersebut. Setahun berselang, Woojin tersandung tudingan pelecehan seksual.

Berawal dari situ, kontroversi tentang Woojin kemudian terus menyeruak. Seperti apa? Simak artikel berikut selengkapnya!

Tudingan pelecehan seksual

Pada 2020 lalu, seorang anonim (A) di Twitter membuat pengakuan mengejutkan. Ia menyebut ada seorang idol K-pop yang berusaha mendekatinya saat berada di bar. A pun berusaha menolak ajakan idol tersebut, namun tak dihiraukan. Bahkan, sang idol menyentuhnya tanpa persetujuan. Ia juga disebut-sebut menggunakan nama grupnya untuk merayu A.

Netizen dengan cepat menuding bahwa idol K-pop yang dimaksud adalah Woojin eks Stray Kids.

Tudingan pelecehan seksual Kim Woojin. Foto: Koreaboo
Tudingan pelecehan seksual Kim Woojin. Foto: Koreaboo

Kendati begitu, Woojin membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tidak pernah bertemu A seumur hidup dan tidak pergi ke tempat yang disebutkan. Melalui agensinya, Kim Woojin juga mengaku akan mengambil tindakan tegas.

Validitas agensi diragukan

Agensi Kim Woojin. Foto: Pinterest
Agensi Kim Woojin. Foto: Pinterest

Masih berkaitan dengan tudingan pelecehan seksual, agensi Kim Woo Jin 10X Entertainment juga membantah hal tersebut.

“10X Entertainment ingin mengumumkan rencana kami untuk mengambil tindakan hukum terhadap rumor palsu jahat tentang artis kami, Kim Woojin. Sebelum mengambil langkah hukum, kami ingin mengungkapkan bukti foto untuk memastikan para penggemar tidak memiliki kesalahpahaman.”

Namun, warganet justru curiga dengan validitas agensi Woojin. Bahkan, tak sedikit yang menuduh bahwa agensi itu adalah bentukan Woojin sendiri. Pasalnya, akun Twitter 10X Entertainment baru dibuat pada 8 September 2020 tepat ketika skandal tersebut merebak. Tak hanya itu, akun yang sama juga hanya mengikuti satu orang, yaitu Kim Woojin.

Logo ‘0’ yang digunakan juga mirip dengan logo Hanford, perusahaan furnitur dan desain asal Argentina. Terlebih, website 10X Entertainment juga masih sederhana untuk ukuran perusahaan hiburan bahkan terkesan dibuat secara terburu-buru.

Perilisan teaser

Tak berhenti sampai di situ, kontroversi Woojin masih berlanjut. Saat merilis teaser untuk lagu terbarunya, Woojin menggunakan teks dari tudingan pelecehan seksual yang diedit sedemikian rupa. Hal ini tentu saja memicu kemarahan warganet. Mereka menganggap bahwa pelecehan adalah suatu perkara yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *